Friday, 27 July 2012

FILM ZOMBIE INDONESIA

Bagi para penggemar horror Indonesia pasti sudah BOSAN dengan kemunculan hantu-hantu yang hanya itu-itu saja. Ya taulah….pocongkkkkkk dan Kuntilanak hampir tidak pernah absen menghiasi jagat perfilman horror Indonesia. Seandainya pocongk dan Kuntilanak dibayar sama produser, pasti sekarang kostum mereka tidak lagi pakai kain kafan, mungkin pakai kain sutra…hehehe. Nah bagaimana kalaujagat perhororan Indonesia diwarnai dengan sesuatu yang beda. Kita sudah mendapatkan sosok slasher Ibu Dara dalam film Rumah Dara yang disutradarai oleh sutradara muda berbakat The Mo Brother dan sudah berhasil menebarkan ketakutan pada penonton. Bagaimana jika Zombie menemani sosok Slasher Ibu Dara mewarnai perfilman Indonesia? Tentu Horror kita akan semakin berwarna. Tapi kalau boleh saya kasih tahu, sebenarnya Zombie sudah pernah mewarnai horror kita walaupun belum masuk bioskop dan masih dibuat secara indie. Sebut saja The Rescue, sebuah film pendek zombie yang terdapat dalam antologi film “Takut”, terus ada SITANALA: sebuah film Indie hasil karya anak-anak SMU, serta The Lost Tape. 
 Beberapa tahun setelah transmigrasi besar-besaran dikarenakan perpindahan Ibukota Negara. Jakarta menjadi kota besar yang mengalami fase “pengurangan perhatian” dari Pemerintah. Dan Jonggol sebagai ibukota Negara baru berkonsep Cyber Green Metropolis mencuri hati sebagian masyarakat dan membuat mereka sadar akan arti pentingnya lingkungan. Hingga suatu waktu, BMKG memprediksikan bahwa Matahari akan memancarkan suhu tertingginya pada periode 2 tahun mendatang, laporan ini membuat semua jajaran departemen Negara diberikan perintah untuk menanggulangi segala kerugian akibat peristiwa tersebut.


Keputusan telah diambil dan Waktu yang diprediksikan terjadi, namun pemerintah telah mensiasati hari paling panas tersebut dengan membuat hujan buatan. Namun apa yang terjadi. Sepekan setelah hujan deras di pertengahan bulan Mei yang panas terjadilah peristiwa kematian massal akibat kerusakan otak yang masih misterius.

6 jam berlalu dan Status ibukota Jakarta kini Siaga 1. Kerusuhan dan kekacauan ada di penjuru kota. Seluruh pasukan bersenjata yang diturunkan oleh Polri dan Dephankam, tidak berhasil mengamankan ibukota.

Masyarakat yang terjebak di dalam kepanikan, tidak bisa saling mempercayai lagi dan mereka pun berlarian menyerang satu sama lain tanpa sebab yang jelas. Di tengah kekacauan itu, sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang dari Satuan Khusus yang dibentuk oleh Departemen Kesehatan terus berjuang di tengah kekacauan.

Akankah mereka terus hidup? Dan apa yang sebenarnya terjadi di Jakarta?

Proyek ini akan diproduksi oleh Tim JAJAL PROJECT dan ANEMONE CREATIVE STUDIO, bekerjasama dengan IZOC (Indonesian Zombie Club) atau Komunitas Zombie Indonesia dan beberapa komunitas seperti: Komunitas 2 siang Univ. Budi Luhur, SINEMA (Sineas Muda SMK Manggala), KOFIMATANG (Komunitas Film Pendek SMAN 3 Tangerang), dan Indonesian Beatbox Community. Ari Fastono & Dion Widhi Putra akan duduk di bangku sutradara. Menurut blognya radit, kedua pemuda ini bukan orang baru dalam usaha membangunkan mayat-mayat hidup. Lalu seperti apa konsep project Miasma ini? Oke mari kita baca konsep yang mereka yang saya kutip dari blognya.

Konsep kita sebenernya mau berbicara tentang kondisi Indonesia sekarang yang udah gag kondusif lagi buat anak cucu kita dimasa depan, trus kita mau nyoba kasih gambaran tentang apa yang mungkin aja Tuhan lakukan sebagai ganjaran atas apa yang udah kita lakukan sekarang, terlepas itu hal baik atau hal buruk. Film ini sih intinya mau ngasih peringatan buat kita-kita aja warga Jakarta, biar lebih care sama tempat yang mereka tinggali. Dikarenakan kita gag bisa ngomong sama mereka langsung, kita mau ngomong pake karya ini, semoga aja dengan berjalannya karya ini nantinya ke mana-mana, spirit kita ini bisa dimaknai oleh semua orang.
ya semoga hasil nya bisa memberi warna dalam perfilman indonesia, khusus nya film horor