Tuesday, 30 July 2019

Obat Flu dan Muntaber untuk Bayi

Biasanya bayi yang masih berusia dibawah 3 bulan gampang terkena virus yang menyebabkan kondisi sang bayi menurun. Beberapa diantaranya adalah terkena flu dan muntaber, namun perlukah bayi mengonsumsi obat flu untuk bayi dan obat muntaber? 
 
Batuk pilek dan muntaber merupakan jenis penyakit yang paling umum dijumpai pada bayi, khsusnya yang masih berusia dibawah satu tahun. Hal ini dikarenakan sistem imum yang masih dalam tahap perkembangan dan juga tubuh bayi masih dalam penyesuaian dengan lingkungan.

Menangani Flu dan Muntaber pada Bayi

Seperti yang diketahui bersama bahwa penggunaan obat flu tidak disarankan pada bayi yang masih berusia dibawah usia 3 bulan atau dibawah satu tahun. Hal ini pun memaksa para orang tua untuk lebih memahami bagaimana cara meredakan flu pada si buah hati.

Obat batuk pilek pada bayi harus sesuai dengan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan serta sistem organ penting yang lain karena masih dalam tahap pertumbughan dan perkembangan anak. Berikut alternatif obat yang dapat digunakan orang tua.

● Air susu ibu (ASI).

● Larutan salim (garam fisiologis).

● Madu.

● Bawang putih.

● Jeruk nipis.

● Lemon.

● Humidifier.


Selain terkena flu, salah satu penyakit yang kerap dialami bayi adalah muntaber. Muntaber merupakan sakit yang diakibatkan dari peradangan pada saluran pencernaan, khususnya lambung, usus besar dan kecil.

Muntah berak atau gastroenteritis ini biasanya membuat para penderitanya mengalami beberapa masalah infeksi usus yang menyebabkan diare berair, kram perut, mual dan muntah. Kondisi ini dapat dialami selama berminggu-minggu.

Tanda-tanda anak yang mengalami muntaber diantaranya adalah demam disertai kembung, menggigil dan sakit kepala. Biasanya gejala ini muncul dan berlangsung selama 2 sampai 3 hari, atau bahkan dalam beberapa minggu.

Berikut ini terdapat beberapa obat muntaber pada bayi yang dapat digunakan untuk meredakan gejala virus yang menyerang, cara sederhana ini bisa dijadikan penanganan utama ketika balita Anda terserang penyakit muntaber.

● Konsumsi cairan yang banyak.

● Banyak makan makanan berkarbohidrat tinggi.

● Istirahat cukup.

● Meminum obat atas saran dokter.

Wednesday, 17 July 2019

Manfaat Menggunakan Sabun Mandi yang Tepat untuk Bayi


Bagi para orangtua, memandikan bayi adalah rutinitas yang wajib dilakukan. Namun, memandikan bayi sejatinya tidak boleh sembarangan. Selain itu, harus menggunakan jenis sabun yang tepat. Salah satunya adalah sabun mandi cair bayi. Sabun cair dirasa sangat baik untuk si kecil. Karena, memiliki banyak sekali manfaat sebagai berikut:
1. Tidak Menyebabkan Iritasi
Kulit bayi biasanya sensitif terhadap sabun orang dewasa. Maka dari itu, gunakanlah jenis sabun khusus untuk bayi. Sabun bayi sudah diformulasikan khusus. Baik kandungan atau bahannya, hingga teksturnya, semua sudah disesuaikan. Sehingga, si kecil akan nyaman pada saat dimandikan.
2. Mampu merawat Kulit Bayi
Sabun mandi bayi tidak pedih di mata. Selain itu, dapat merawat kulit bayi. Terdapat kandungan chamomile dan oat milk di dalamnya. Kandungan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan kulit si kecil. Dengan begitu, kulitnya akan lembut dan halus. Kandungannya pun akan melindungi kulit si kecil.
3. PH Seimbang
Kadar pH pada sabun bayi dibuat begitu seimbang. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir permasalahan pH. Karena, pH sudah disesuaikan dengan kebutuhan ulit si kecil. Dengan begitu, kulit si kecil akan baik dan aman.
Cara Memandikan Bayi yang Baik dan benar
Setelah Anda mengetahui manfaat sabun bayi, selanjutnya ketahuilah cara memandikannya. Ada beberapa langkah yang harus Anda ketahui berikut ulasan lengkapnya:
1. Siapkan peralatan mandi bayi yang dibutuhkan

2. Mandikan bayi di ruangan yang bersuhu hangat

3. Isilah bak dengan air hangat dengan ketinggian sekitar 7 cm, dengan suhu 32 derajat celcius

4. Mandikanlah dengan memulai membersihkan kelopak mata menggunakan kapas atau kain lembut

5. Pastikan tangan Anda yang satu menyangga punggung si kecil dan bagian kepalanya

6. Berilah perhatian pada bagian ketiak si kecil, kelamin, telinga, dan bagian leher

7. Angkat bayi secara perlahan-lahan, lalu letakkan bayi di atas alas ganti yang telah dialasi dengan handuk. 

Nah, itulah berbagai manfaat menggunakan menggunakan sabun bayi. Selain itu, kamu juga telah mengulas cara-cara memandikannya. Semoga bermanfaat!

Saturday, 13 July 2019

Kerasnya hidup tak menyurutkan daya juang ibu yang satu ini, simak kisahnya.

Wakaf merupakan salah satu bentuk kedermawanan dalam islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tidak akan terputus. Oleh karena itu, adanya Asuransi Wakaf sangat membantu kita yang ingin bermanfaat untuk orang lain. Selain itu, produk asuransi ini berupa polis asuransi syariah yang mana nilai serta manfaatnya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris. Anda bisa melihat produk lebih jelas terkait dengan produk asuransi wakaf. Asuransi wakaf juga memiliki manfaat untuk membantu orang lain yang membutuhkan dan memiliki kisah inspiratif. Salah satu kisah Inspiratif tersebut datang dari Banjarmasin yaitu seorang ART yang menjadi tulang punggung keluarganya.

Adalah Ibu Ida seorang pembantu rumah tangga asal Banjarmasin yang memiliki sejuta kisah inspiratif untuk kita semua. Meskipun seorang ibu rumah tangga, ia menjadi tulang punggung keluarganya. Hal itu dilakukan karena ekonomi keluarga yang meharuskan beliau membantu untuk kelangsungan hidup. Ibu Ida memiliki 3 orang anak yang harus diurus. Anak yang paling sulung sudah SMP kelas 2 sedangkan yang lainnya masih SD yaitu kelas 5 dan kelas 3.

Mengetahui kondisi keluarganya yang serba kekurangan, Bu Ida sadar diri dan tidak mau meminta-minta. Ia memilih menjadi pembantu rumah tangga karena ia tidak memiliki keahlian khusus selain bersih-bersih dirumah. Sebagai seorang pembantu, ia musti pergi ke rumah majikannya dipagi hari setelah subuh dan pulang dimalam hari setelah sholat magrib. Sesekali ia pulang untuk melihat kondisi suaminya sembari memberikan makanan untuk keluarganya.

Beruntung, bu Ida memiliki majikan yang cukup baik sehingga untuk makan siang ia diperbolehkan membawa makanan dari rumah majikannya untuk keluarganya dirumah. Mengetahui akan hal itu, bu Ida pun sadar betul dan sangat bersungguh-sungguh saat bekerja. Meskipun hidup serba kekurangan, bu Ida juga sangat sabar dan tidak pernah mengeluh akan keadaan. Sebaliknya, ia selalu mengajarkan kepada ketiga anaknya untuk menjadi orang yang sukses dan suka memberi agar bisa bahagia dunia dan akhirat. Selain itu, ia juga tidak mau membuat anaknya repot dan memikirkan kondisi keluarga, ia tidak ingin anaknya membantu untuk bekerja karena ia sadar betul bahwa tugas anak-anak bermain. Akan tetapi, anak-anaknya terkadang bandel dan mereka bekerja membantu diwarung-warung untuk bersih-bersih untuk mendapatkan uang tambahan untuk uang jajan mereka.

Kisah Inspiratif dari Seorang Guru Single Parent

Potensi wakaf asuransi memang cukup besar di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari minat masyarakat dalam berwakaf. Oleh karena itu, bergabung di Asuransi wakaf bisa menjadi pilihan terbaik anda  Disini, anda akan mendapatkan keuntungan lebih besar karena memiliki produk syariah yang memiliki nilai guna saat anda meninggal dunia serta bermanfaat untuk jangka panjang. Anda juga bisa membantu orang-orang seperti Bapak Sumadi yang memiliki cerita kehidupan inspiratif sehingga layak mendapatkan hadiah dari kami. Kekuatan, ketekunan, tekad, serta keikhlasan dalam mendidik anak-anaknya patut menjadi contoh bagi kita semua.

Bapak Sumadi adalah seorang single parent yang berasal dari Banjarmasin. Beliau tinggal isteri meninggal sejak 2005 dan puluhan tahun membesarkan dua orang anaknya sendiri. Meskipun seorang ayah, beliau mampu mengurus dan mendidik anak-anaknya menjadi orang yang sukses seperti sekarang.

Kisah itu berawal dari isterinya yang meninggal karena penyakit Ginjal. Segala cara pengobatan sudah ditempuh tetapi karena sudah garis kehidupan sudah berakhir dan mau memisahkan kedua nya. Walaupun ditinggal isteri tercintanya, beliau tidak ingin menikah lagi dan bertekad membesarkan kedua anaknya sendiri sembari bekerja. Saat isterinya meninggal, kedua anaknya sedang sekolah di SMP tingkat dua dan SD tingkat enam.

Pak Sumadi sendiri bekerja sebagai guru disalah satu SMP di kota Banjarmasin dan memiliki penghasilan yang masih kurang. Walaupun begitu, beliau tidak pernah menyerah dan menggerutu beliau mencari uang tambahan dengan cara mengajar anak anak disekitar rumah dan gaji setiap bulannya ia kumpulkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan anaknya dimasa depan.

Bermodalkan tekad dan semangat yang ia tularkan ke anak-anaknya membuat anak-anaknya tumbuh dilingkungan yang kuat dan mampu sekolah ke jenjang universitas. Meskipun seorang buruh, beliau memiliki pemikiran yang cukup mulia karena beliau memiliki cita-cita agar anaknya bisa menjadi sarjana. Beliau tidak ingin anak-anaknya menjadi seperti dirinya yang tidak berpendidikan dan memiliki pekerjaan serabutan. Impian sederhana tersebut selalu ia ceritakan kepada anak-anaknya dan membuat karakter anak-anaknya tersebut tegar dan ingin menjadi orang sukses seperti sekarang. Sekarang, kedua anaknya telah lulus dari universitas terkenal di Banjarmasin dan bekerja di pabrik besar sebagai manager. Sedangkan anak yang kedua, ia lebih memilih untuk menjadi pengusaha besar yang ada di Banjarmasin.