Saturday, 13 July 2019

Kerasnya hidup tak menyurutkan daya juang ibu yang satu ini, simak kisahnya.

Wakaf merupakan salah satu bentuk kedermawanan dalam islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sehingga menjanjikan pahala yang tidak akan terputus. Oleh karena itu, adanya Asuransi Wakaf sangat membantu kita yang ingin bermanfaat untuk orang lain. Selain itu, produk asuransi ini berupa polis asuransi syariah yang mana nilai serta manfaatnya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris. Anda bisa melihat produk lebih jelas terkait dengan produk asuransi wakaf. Asuransi wakaf juga memiliki manfaat untuk membantu orang lain yang membutuhkan dan memiliki kisah inspiratif. Salah satu kisah Inspiratif tersebut datang dari Banjarmasin yaitu seorang ART yang menjadi tulang punggung keluarganya.

Adalah Ibu Ida seorang pembantu rumah tangga asal Banjarmasin yang memiliki sejuta kisah inspiratif untuk kita semua. Meskipun seorang ibu rumah tangga, ia menjadi tulang punggung keluarganya. Hal itu dilakukan karena ekonomi keluarga yang meharuskan beliau membantu untuk kelangsungan hidup. Ibu Ida memiliki 3 orang anak yang harus diurus. Anak yang paling sulung sudah SMP kelas 2 sedangkan yang lainnya masih SD yaitu kelas 5 dan kelas 3.

Mengetahui kondisi keluarganya yang serba kekurangan, Bu Ida sadar diri dan tidak mau meminta-minta. Ia memilih menjadi pembantu rumah tangga karena ia tidak memiliki keahlian khusus selain bersih-bersih dirumah. Sebagai seorang pembantu, ia musti pergi ke rumah majikannya dipagi hari setelah subuh dan pulang dimalam hari setelah sholat magrib. Sesekali ia pulang untuk melihat kondisi suaminya sembari memberikan makanan untuk keluarganya.

Beruntung, bu Ida memiliki majikan yang cukup baik sehingga untuk makan siang ia diperbolehkan membawa makanan dari rumah majikannya untuk keluarganya dirumah. Mengetahui akan hal itu, bu Ida pun sadar betul dan sangat bersungguh-sungguh saat bekerja. Meskipun hidup serba kekurangan, bu Ida juga sangat sabar dan tidak pernah mengeluh akan keadaan. Sebaliknya, ia selalu mengajarkan kepada ketiga anaknya untuk menjadi orang yang sukses dan suka memberi agar bisa bahagia dunia dan akhirat. Selain itu, ia juga tidak mau membuat anaknya repot dan memikirkan kondisi keluarga, ia tidak ingin anaknya membantu untuk bekerja karena ia sadar betul bahwa tugas anak-anak bermain. Akan tetapi, anak-anaknya terkadang bandel dan mereka bekerja membantu diwarung-warung untuk bersih-bersih untuk mendapatkan uang tambahan untuk uang jajan mereka.

No comments:
Write comments