Saturday, 13 July 2019

Kisah Inspiratif dari Seorang Guru Single Parent

Potensi wakaf asuransi memang cukup besar di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari minat masyarakat dalam berwakaf. Oleh karena itu, bergabung di Asuransi wakaf bisa menjadi pilihan terbaik anda  Disini, anda akan mendapatkan keuntungan lebih besar karena memiliki produk syariah yang memiliki nilai guna saat anda meninggal dunia serta bermanfaat untuk jangka panjang. Anda juga bisa membantu orang-orang seperti Bapak Sumadi yang memiliki cerita kehidupan inspiratif sehingga layak mendapatkan hadiah dari kami. Kekuatan, ketekunan, tekad, serta keikhlasan dalam mendidik anak-anaknya patut menjadi contoh bagi kita semua.

Bapak Sumadi adalah seorang single parent yang berasal dari Banjarmasin. Beliau tinggal isteri meninggal sejak 2005 dan puluhan tahun membesarkan dua orang anaknya sendiri. Meskipun seorang ayah, beliau mampu mengurus dan mendidik anak-anaknya menjadi orang yang sukses seperti sekarang.

Kisah itu berawal dari isterinya yang meninggal karena penyakit Ginjal. Segala cara pengobatan sudah ditempuh tetapi karena sudah garis kehidupan sudah berakhir dan mau memisahkan kedua nya. Walaupun ditinggal isteri tercintanya, beliau tidak ingin menikah lagi dan bertekad membesarkan kedua anaknya sendiri sembari bekerja. Saat isterinya meninggal, kedua anaknya sedang sekolah di SMP tingkat dua dan SD tingkat enam.

Pak Sumadi sendiri bekerja sebagai guru disalah satu SMP di kota Banjarmasin dan memiliki penghasilan yang masih kurang. Walaupun begitu, beliau tidak pernah menyerah dan menggerutu beliau mencari uang tambahan dengan cara mengajar anak anak disekitar rumah dan gaji setiap bulannya ia kumpulkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan anaknya dimasa depan.

Bermodalkan tekad dan semangat yang ia tularkan ke anak-anaknya membuat anak-anaknya tumbuh dilingkungan yang kuat dan mampu sekolah ke jenjang universitas. Meskipun seorang buruh, beliau memiliki pemikiran yang cukup mulia karena beliau memiliki cita-cita agar anaknya bisa menjadi sarjana. Beliau tidak ingin anak-anaknya menjadi seperti dirinya yang tidak berpendidikan dan memiliki pekerjaan serabutan. Impian sederhana tersebut selalu ia ceritakan kepada anak-anaknya dan membuat karakter anak-anaknya tersebut tegar dan ingin menjadi orang sukses seperti sekarang. Sekarang, kedua anaknya telah lulus dari universitas terkenal di Banjarmasin dan bekerja di pabrik besar sebagai manager. Sedangkan anak yang kedua, ia lebih memilih untuk menjadi pengusaha besar yang ada di Banjarmasin.

No comments:
Write comments